Sabtu, 03 Desember 2016

3600 Detik - Sinopsis

Edit Posted by with No comments


3600 Detik
by Charon

Sinopsis

Sandra sangat terpukul ketika orangtuanya bercerai.... Dan hatinya semakin sakit ketika ayahnya memutuskan ia harus tinggal bersama ibunya, yang selama ini tak pernah dekat dengannya. Kemarahan yang menggelora menjadikan Sandra remaja yang bandel. Berulang kali ia dikeluarkan dari sekolah karena kenakalannya di luar batas.

Akhirnya ibunya memutuskan untuk pindah kota. Mungkin suasana dan lingkungan baru akan mengubah perilaku putrinya. Namun di sekolahnya yang baru ini Sandra sudah bertekad untuk membuat dirinya dikeluarkan lagi. Ia bertekad akan membuat ulah agar para guru tak tahan terhadapnya. Namun ia salah perkiraan. Pak Donny, sangat sabar menghadapinya. Wali kelasnya itu berpendapat, mengeluarkan Sandra berarti menuruti keinginan anak bandel ini.

Namun, lambat laun Sandra berubah. Orangtua maupun gurunya heran. Mereka yakin, Leon-lah yang membuat gadis itu berubah. Mereka juga bertanya-tanya, kenapa Leon bisa bersahabat dengan Sandra, sementara murid-murid yang lain justru menjauhi gadis urakan itu. Apa yang membuat Leon tertarik padanya, padahal keduanya bagaikan langit dan bumi. Leon adalah anak rumahan yang manis, bintang pelajar, sopan, tekun... berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Sandra....

3600 Detik - Part 1

Edit Posted by with No comments



3600 Detik
by Charon

Part 1


AKU benci hidupku!!!Sandra berteriak dalam hati sambil memandang langit-langit ruang olahraga . Dia tidak tahu sudah berapa lama berada di sana . Yang jelas, dia sudah membolos pelajaran sejak tadi pagi . Tangan kanannya memegang sebatang rokok . Dia merokok sambil duduk di tepi jendela, mencoba mengingat sudah berapa banyak rokok yang diisapnya . Bibirnya menyunggingkan senyum sinis .
Terus terang dia tidak ingat, sama seperti dia tidak ingat sudah berapa banyak sekolah yang dia masuki sejak tahun lalu . Semuanya tidak pernah bertahan lebih dari sepuluh hari . Sandra sudah tidak pernah mau memedulikan apa pun lagi semenjak ayahnya bercerai dengan ibunya setahun lalu . Padahal dia sangat dekat dengan ayahnya . Dia sama sekali tidak tahu kalau hubungan orangtuanya bermasalah . Jadi tahun lalu tanpa ada tanda apa-apa sebelumnya, Papa menjelaskan bahwa dia ingin bercerai dengan Mama dan pergi ke luar negeri .
Pada saat yang bersamaan, di tempat lain, Leon berjalan memasuki panggung dengan saksama . Ratusan penonton berada di dalam gedung . Leon membungkuk, memberi hormat pada para juri dan penonton . Lalu dia bergerak ke depan piano yang ada di tengah panggung . Leon duduk dengan tenang dan mempersiapkan diri . Tangannya berada di atas tuts . Dia menarik napas beberapa saat sambil menutup matanya . Saat matanya terbuka kembali, jarinya sudah mulai menekan tuts di hadapannya . Dentingan musik Canon In D – Pachebel terdengar ke seluruh gedung .      
Dari dulu Sandra tidak pernah dekat dengan ibunya . Mama sering tidak di rumah, sibuk dengan pekerjaan kantornya . Teman tempat berbagi cerita adalah Papa . Jadi ketika Papa pergi meninggalkannya, dunia Sandra benar-benar hancur . Orang yang paling dia andalkan selama ini telah pergi dari kehidupan
nya . Sandra menutup diri rapat-rapat selama dua minggu .
Keluar kamar hanya kalau mau minum . Makan ia beli dari luar . Tidak bicara . Tidak sekolah . Setelah dua minggu, Sandra mulai keluar dari kamar . Tapi pribadinya berubah total . Dia berangkat sekolah, tapi mulai membolos sekolah, belajar merokok, dan pergi ke kelab sampai dini hari . Mamanya tentu saja marah besar . Tetapi apa pun yang dikatakan ibunya, Sandra tidak pernah mengindahkan . Dia tidak mau peduli lagi .
Padahal dulunya Sandra adalah anak yang berprestasi dan peduli pada orang lain . Sahabatnya mulai menjauhinya, dan Sandra pun harus meninggalkan sekolah lamanya karena sudah membolos selama lebih dari satu bulan . Sejak saat itu ibunya mencoba memindahkan putridnya ke sekolah lain . Tapi tidak ada satu pun sekolah yang pernah ditinggalinya lebih dari sepuluh hari . Para guru kewalahan menghadapinya . Diberi hukuman separah apa pun Sandra tetap tidak peduli, malah hal itu membuatnya lebih nakal lagi . Pernah sekali ibunya mencoba membawa putrinya ke psikiater, tetapi psikiater tersebut juga angkat tangan . Sandra tidak mau berbicara sama sekali . Sedikit pun tidak . Dia hanya menatap sang psikiater dengan pandangan kosong . Sama sekali tidak ada reaksi .
Alunan lagu yang dimainkan Leon membuat semua penonton terpana . Mama dan papanya yang berada di antara penonton menatap anak mereka dengan bangga . Di atas panggung Leon memainkan pianonya dengan serius . Para juri terlihat mengangguk tanda setuju dan berbisik perlahan satu sama lain . Leon menyelesaikan permainannya dengan sempurna . Dia bangkit dan memberi hormat kembali kepada para juri dan penonton .
Sandra berjalan memasuki sekolah barunya . Hari masih pagi . Dia tidak melihat seorang murid pun disekitarnya . Mentari pagi menyinari rambutnya yang dicat merah, sangat sesusai dengan kukunya yang juga dicat warna serupa . Sandra memandang sekolah barunya sepintas lalu . Beberapa kali pun ia pindah sekolah, hasilnya hanya membuatnya semakin kesal . Toh dia sudah tidak berminat sekolah . Sebenarnya Sandra merasa bosan karena harus mengulang pelajaran yang sama di tahun ini, karena tahun kemarin dia tidak lulus ujian SMA .
Mama benarbenar kecewa terhadapnya . Setelah berpikir matang-matang dan karena hotelnya membuka cabang baru, beliau pun memutuskan untuk pindah ke luar kota dan menyekolahkan Sandra di kota baru tersebut . Sandra tahu ibunya berharap awal yang baru dan lingkungan yang baru dapat membuatnya berubah . Sandra berhenti di lorong kelas barunya . “ Jadi ini sekolah baruku! “ katanya dalam hati . Sandra tahu saat itu juga bahwa dia tidak akan bertahan lama . Paling satu atau dua minggu .
Tiba-tiba kupingnya menangkap suara merdu yang mengalun dari ruangan lorong itu . Suara piano itu sangat jernih dan indah, membuat Sandra bergerak mendekati . Di dalam ruangan itu ia melihat seorang murid cowok sedang memainkan piano . Setiap dentingan tuts piano yang dimainkan membuat perasaan Sandra berangsur tenang . Setelah lagu berakhir, Sandra terdiam sambil memandangi pemuda itu . Seolah merasa ada yang memerhatikan, pemain piano tersebut menoleh ke belakang, tatapannya bertemu dengan Sandra . Dia tersenyum . Sandra balas tersenyum sambil menyapa .


*** 1