Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
by Tere Liye
Sinopsis
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin... Dia bagai
malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan
jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah,
dan janji masa depan yang lebih baik. Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga
kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi
sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar
perasaan ini. Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak
pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul
tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua. Sekarang, ketika aku
tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak
tahu diri, biarlah.... Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun
yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai
pohonnya.
Novel ini mengisahkan kehidupan kakak beradik Tania dan
Dede yang harus putus sekolah dan menjadi pengamen karena keterbatasan
ekonomi keluarga sepeninggal ayah mereka. Mereka berdua tinggal di rumah kardus
dengan ibu mereka yang sakit-sakitan.
Kehidupan mereka berubah setelah bertemu dengan seorang pria
bernama Danar. Danar adalah seorang karyawan yang juga penulis buku anak-anak.
Danar begitu baik sehingga keluarga ini menganggapnya seperti malaikat. Tania
sangat mengagumi Danar karena selain baik, dia juga punya wajah yang menawan.
Suatu ketika Danar memberikan mereka rumah kontrakan
sehingga Tania, Dede dan ibunya tidak perlu lagi tinggal di rumah kardus. Tania
dan Dede bisa kembali sekolah dan ibunya berjualan kue. Mereka pun semakin
dekat seperti keluarga. Suasana agak berubah ketika danar membawa teman
dekatnya yang bernama Ratna. Tania merasa cemburu, ia tidak suka melihat
kedekatan Danar dengan Ratna. Rasa tidak suka itu bukan sekedar perasaan iri
seorang adik tapi Tania kecil belum bisa menerjemahkan apa arti perasaan itu.
Kebahagiaan mereka berkurang saat ibu Tania meninggal. Berat
sekali bagi Tania menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah tiada dan
sekarang ia yang harus bertanggung jawan menjaga adiknya. Untung saja ada Danar
yang selalu berada di samping mereka. Tania tumbuh menjadi gadis yang cantik
dan pintar. Ia berhasil mendapatkan beasiswa ke Singapura. Sederet prestasi
berhasil ia raih dalam studinya. Semua pengalaman hidup yang telah Tania alami
menjadikannya lebih dewasa dari gadis-gadis lain seumurannya. Perasaannya
terhadap Danar juga semakin jelas. Lambat laun Tania tahu, perasaan itu bernama
cinta.
Tapi cinta Tania terhadap danar tidaklah mudah.
Bertahun-tahun mereka bersama dalam status kakak adik, terlebih lagi mereka
terpaut usia 14 tahun. Bagi ABG seperti Tania, jatuh cinta kepada pria yang
jauh lebih tua darinya cukup membuatnya pusing. Sisi remajanya membuatnya ingin
mengekspresikan perasaannya meskipun ia tidak tahu apakah Danar memiliki
perasaan yang sama dengannya atau tidak. Keadaan semakin sulit saat Danar
memutuskan untuk menikah dengan Ratna. Tania patah hati. Ia memutuskan untuk
tidak hadir dalam pernikahan mereka meskipun Danar dan Ratna telah membujuknya.
Beberapa waktu berselang, Tania tahu bahwa kehidupan rumah
tangga Danar dan Ratna tidak bahagia. Ratna bercerita kepada Tania bahwa Danar
telah banyak berubah. Danar menjadi pendiam dan seringkali tidak berada di
rumah. Ratna tahu ada sesuatu yang menghalangi mereka, ada seseorang di antara
ia dan Danar tapi ia tidak pernah tahu siapakah bayangan itu. Dari cerita Dede
akhirnya Tania tahu bahwa Danar juga mencintai Tania. Danar menuliskan
perasaannya dalam novel “Cinta Pohon Linden” yang tidak pernah selesai ia
tulis. Perbedaan usia yang cukup jauh membuat Danar merasa tidak pantas
mencintai Tania. Tidak seharusnya ia mencintai gadis kecil seperti Tania.
Ketika Tania dan Danar sama-sama tahu perasaan mereka
masing-masing, semua sudah terlambat. Biar bagaimanapun Danar telah menikah
dengan Ratna. Akhirnya Tania kembali ke Singapura dan memutuskan untuk
meninggalkan semua cerita cintanya.



0 komentar:
Posting Komentar